Kesehatan mental kini telah menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan, menyusul tingginya tekanan akademik dan sosial yang dihadapi oleh remaja di era modern. SMP Muttaqien mengambil langkah nyata dalam menangani isu ini dengan meluncurkan program kerja yang berfokus pada Mental Health. Sekolah ini menyadari bahwa kesejahteraan emosional siswa adalah fondasi utama bagi keberhasilan akademik mereka. Tanpa jiwa yang sehat, seorang siswa akan sulit untuk menyerap pelajaran dengan maksimal dan berinteraksi secara sehat dengan lingkungannya. Oleh karena itu, program ini didesain secara komprehensif untuk menciptakan atmosfer sekolah yang suportif dan empatik.
Inovasi utama yang dijalankan di sekolah ini adalah pengembangan sistem Konseling Sebaya. Program ini melatih sejumlah siswa pilihan yang memiliki empati tinggi untuk menjadi pendengar yang baik bagi teman-teman mereka. Seringkali, remaja merasa lebih nyaman untuk mencurahkan isi hati dan permasalahan mereka kepada rekan sebaya dibandingkan kepada orang dewasa atau guru bimbingan konseling. Para konselor sebaya ini dibekali dengan keterampilan dasar komunikasi terapeutik dan teknik mendengarkan aktif di bawah pengawasan psikolog sekolah. Mereka berfungsi sebagai lini pertama dalam mendeteksi gejala stres atau kecemasan yang dialami oleh teman-temannya.
Tujuan akhir dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan Kesejahteraan Siswa secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Selain konseling individu, sekolah juga rutin mengadakan sesi berbagi kelompok di mana siswa dapat mendiskusikan berbagai topik mulai dari manajemen stres, cara mengatasi perundungan, hingga membangun kepercayaan diri. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memecah stigma negatif yang sering melekat pada masalah kesehatan mental. Di SMP Muttaqien, meminta bantuan saat merasa tidak baik-baik saja secara emosional dipandang sebagai sebuah kekuatan, bukan suatu kelemahan yang harus disembunyikan.
Peran aktif dari pihak yayasan dan manajemen sekolah Muttaqien dalam menyediakan fasilitas ruang relaksasi juga memberikan dampak positif yang signifikan. Ruang ini didesain sebagai area tenang di mana siswa dapat sejenak melepas penat dari rutinitas belajar yang padat. Selain itu, kurikulum sekolah juga mulai menyisipkan praktik mindfulness dalam kegiatan pagi sebelum memulai pelajaran. Hal ini membantu siswa untuk lebih fokus dan hadir sepenuhnya dalam kegiatan belajar mengajar, sekaligus memberikan ketenangan batin sebelum menghadapi tantangan harian di sekolah.