SMP Muttaqien mengubah tantangan sampah organik menjadi peluang emas untuk pendidikan dan keberlanjutan. Alih-alih membuang sisa makanan dan daun kering, sekolah ini membangun sistem Komposter Sekolah yang terintegrasi. Ini adalah kunci rahasia di balik kesuburan kebun edible garden milik sekolah.
Program ini dimulai dengan pemilahan sampah yang ketat. Semua sampah organik dari kantin, sisa makanan siswa, hingga sampah kebun dikumpulkan dalam wadah khusus. Siswa diajarkan prinsip “dari meja makan ke kebun”, menumbuhkan kesadaran ekologis yang tinggi.
Pusat pengolahan terletak pada instalasi Komposter Sekolah berkapasitas besar. Sekolah menggunakan kombinasi teknik Takakura dan aerob untuk mempercepat proses dekomposisi. Penggunaan Effective Microorganisms (EM4) menjadi aktivator utama yang efektif.
Setiap kelas diwajibkan mengelola satu unit komposter kecil sebagai bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Ini menanamkan tanggung jawab langsung pada siswa, mengubah materi pelajaran lingkungan menjadi praktik nyata dan berharga.
Hasil dari pengolahan ini adalah Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos padat berkualitas premium. POC digunakan untuk menyiram tanaman, sedangkan kompos padat menjadi nutrisi utama bagi kebun sekolah. Siklus nutrisi pun tertutup sempurna.
Kebun subur SMP Muttaqien kini menjadi laboratorium alam. Hasil panen sayuran dan buah-buahan organik dimanfaatkan kembali oleh kantin sekolah, bahkan ada yang dijual. Ini menunjukkan bagaimana Komposter Sekolah menciptakan nilai ekonomi.
Inisiatif ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang harus dibawa TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) hingga 70%. Lebih dari itu, Komposter Sekolah berhasil membentuk mindset siswa yang proaktif terhadap solusi masalah lingkungan.
SMP Muttaqien telah menunjukkan bahwa dengan teknologi sederhana dan komitmen kuat, sampah organik bisa menjadi sumber daya yang berharga. Sekolah lain dapat mencontoh model ini untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan edukatif.